Wednesday, 11 January 2012

WANITA...



Ketika Allah menciptakan wanita,

Malaikat datang dan bertanya, "Mengapa begitu lama Tuhan?"

Tuhan menjawab, "Sudahkah kamu lihat semua prkara yang AKU ciptakan untuknya?"

Dua tangan harus boleh di bersihkan, setidaknya terdiri dari 200 bhgian yang boleh di gerakan & berfungsi baik agar dapat mghasilkn berbagai jenis makanan...

Mampu memberikan kenyamanan bagi anak-anaknya...

mempunyai pelukan yang menyembuhkan rasa sakit hati & kemurungan...

Dan semuanya cukup di lakukan dengan kedua tangan ini...

Malaikat menjawab, "Hanya dengan dua tangan ini?"

"Tetapi...,Engkau membuatnya begitu halus & lembut"

"Ya..., AKU membuatnya begitu lembut, tapi kamu belum boleh bayangkan kekuatan yang AKU berikan kepadanya agar ia bisa mengatasi banyak hal luar biasa"

"Apakah dia boleh berfikir?" Tanya Malaikat

Tuhan menjawab, "Tidak hanya berfikir, dia juga mampu bernegosiasi dan mengutarakan pendapatnya"

Malaikat itu menyentuh dadanya,
"Tuhan, Engkau buat ciptaan ini kelihatan lemah & rapuh, seolah banyak sekali beban untuknya"

"Itu bukan kerapuhan, itu air mata. AKU berikan padanya supaya dia bisa mengekspresikan kegembiraan, cinta, kesepian, penderitaan, dan rasa bangga"

"Engkau memikirkan segala sesuatunya, wanita ciptaan-Mu ini sungguh menakjubkan"

"Ya....., Harus...!!! Wanita ini mempunyai kekuatan untuk mempesona laki-laki...

Dia dapat mengatasi beban hidup, mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri...

Mampu tersenyum bahkan ketika hatinya menjerit...

Mampu tertawa saat hatinya menangis...

Dia boleh berkorban demi orang yang di kasihinya...

Dia boleh melawan ketidak adilan...

Dia bersorak saat melihat kawannya bahagia...

Hatinya terluka saat melihat kesedihan...

Dia thu sebuah ciuman & pelukan dapat menyembuhkan luka...

CINTANYA TANPA SYARAT"

Malaikat sangat kagum, "Lalu apa kekurangannya?"

Tuhan menjawab, "Hanya satu hal....., Dia terkadang lupa betapa berharganya dia"

2 comments:

  1. indah ciptaan seorang wanita.. ^^

    suka baca :)) salam perkenalan

    ReplyDelete